Menjalankan usaha budidaya ikan gabus memerlukan usaha dan langkah yang tepat supaya proses budidaya tidak gagal. Salah satu teknik yang harus dilakukan yaitu perawatan induk. Melakukan perawatan induk yang benar akan membuat ikan gabus yang dibudidayakan berkembang biak dengan baik.
![]() |
| Ikan Gabus |
Dengan menggabungkan antara induk jantan dan induk betina di sistem memijah ini, nantinya akan terjadi penetasan dimana anakan ikan gabus akan muncul. Proses perkawinan induk akan bisa terjadi dengan lebih mudah di proses pemijahan ini. Maka dari itu langkah mengembangbiakan ikan gabus dengan cara memijah ini merupakan langkah yang sangat tepat dan banyak digunakan oleh para petani ikan gabus. Berikut tahapan teknik pembenihan ikan gabus.
Baca Juga: Inilah Beberapa Jenis Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi dan di Budidayakan!
- Pemeliharaan Ikan Gabus
Proses pemeliharaan juga harus dilakukan dengan cara melakukan kontrol setiap hari pada ikan gabus. Nantinya telur yang dihasilkan akan mengapung di air. Perlu diketahui juga bahwa satu ekor induk betina akan menghasilkan telur sebanyak 10000 hingga 11000 butir dalam satu kali melahirkan saja. Menyiapkan kolam perawatan untuk ikan gabus juga sangat penting. Isilah air hingga setinggi 40 cm dan kemudian pasanglah dua buah titik aerasi yang harus dihiudpkan pada saat proses penetasan berlangsung. Suhu air tidak boleh lebih dari 28 derajat celcius.
- Pemindahan Larva atau Telur Ikan Gabus
Setelah menyiapkan kolam pemijahan ikan gabus, nantinya dua induk tersebut akan kawin dan menghasilkan telur. Biarkan proses pemijahan ikan gabus ini selama beberapa saat dan kemudian ambil telur tersebut. Ambil telur secara hati-hati dengan menggunakan sekupnet halus.
- Pemeliharaan Larva Ikan Gabus
Proses kolam penetasan dan pemeliharaan larva atau telur ikan gabus bisa dilakukan ketika larva telah berumur 2 hari dan hingga berumur 15 hari. Siapkan aquarium dengan kepadatan yang sama dengan kepadatan 5 ekor ikan gabus per liternya. Untuk larva kelebihannya bisa dipelihara di aquarium yang lain. Ketika sudah memasuki umur 2 hari, larva bisa diberi pakan menggunakan naupli artemia.
Proses Penyortiran dan pemberian pakan dilakukan dengan frekuensi 3 kai dalam sehari. Lakukan analisis kakaban untuk mengetahui perkembangan telur atau larva ikan gabus. Jangan lupa untuk mengganti air yang baru apabila air menjadi keruh dan kotor setelah pemberian makanan.
- Persiapan Pakan Untuk Ikan Gabus
Mengingat ikan gabus adalah ikan predator atau karnivora, Anda bisa melakukan pemberian pakan dengan makanan berupa ikan kecil. Ikan yang satu ini juga bisa dibudidayakan dengan cara memisahkan telur dari induknya. Hal ini untuk mencegah induk ikan gabus memangsa anaknya sendiri. Setelah proses bertelur terjadi, ambil larva atau telur ikan tersebut di akuarium dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi 60x40x40 cm.
Baca Juga: Mengenal Jenis Ayam Pendaging, yang Bisa Menjadi Peluang Bisnis Bagi Pemula!
Nah, berakhir sudah pembahasan materi untuk artikel kali ini yang berjudul "Cara Pemijahan Ikan Gabus Yang Tepat dan Benar". Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. See you later!


