Ikan sidat merupakan jenis ikan yang banyak di jumpai di laut utara Jepang.
Bentuknya panjang, seperti belut, hanya saja sidat adalah golongan ikan Anguillidae dan mempunyai sirip di sampingnya.
Ikan sidat disukai banyak orang dan menjadi bahan dasar dari berbagai hidangan makanan.
Tetapi, disebabkan krisis nuklir yang mencemarkan laut utara Jepang dengan limbah radioaktif, impor ikan sidat menjadi berkurang.
Akibatnya permintaan ikan sidat yang melonjak tidak tertangani.
Ini adalah kesempatan bisnis mandiri yang sempurna untuk para pemula mengingat peluangnya yang besar, proses yang mudah, dan modal yang tidak terlalu mahal.
Baca Juga:
- Cara Pemijahan Ikan Gabus Yang Tepat dan Benar!
- Inilah Beberapa Jenis Ikan Air Payau yang Bisa Dikonsumsi dan di Budidayakan!
- Mengenal Jenis Ayam Pendaging, yang Bisa Menjadi Peluang Bisnis Bagi Pemula!
Cara Budidaya Ikan Sidat
1. Mempersiapkan Kolam untuk Budidaya Ikan Sidat
Ikan sidat dapat tumbuh besar pada dalam kolam tanah, terpal, atau beton, semuanya tergantung modal yang anda miliki.
Apapun jenis kolamnya, hal yang perlu anda perhatikan yaitu sirkulasi air dan aerasi yang perlu terus menerus berjalan.
Kebanyakan petani ikan sidat memakai kolam beton sebab sifatnya yang lebih mudah dikontrol.
Kolam terpal bisa menyesuaikan suhu di sekitarnya dan membuat kolam menjadi habitat nyaman bagi ikan sidat.
2. Menjaga Suhu Kolam Budidaya Ikan Sidat
Supaya ikan tumbuh sehat dan segar, suhu kolam perlu dijaga.
Suhu kolam ikan sidat yang tepat berada pada 28 hingga 32 derajat Celsius.
Suhu tersebut nanti menyesuaikan dengan jenis ikan sidat yang akan anda ternak.
Untuk jenis glass eel, suhu kolam disarankan pada 28 hingga 31 derajat Celsius.
Jenis pendederan elver perlu ada pada 29 hingga 32 derajat Celsius, sementara pembesaran semua jenis membutuhkan suhu yang tepat 28 hingga 32 derajat Celsius.
3. Tingkat pH Air Harus Normal
Tingkat keasaman (pH) kolam budidaya sidat perlu sekitar 7 hingga 8, sebab sidat menyukai habitat air yang mendekati pH normal.
Tingkat pH kurang dari 7 tidak cocok bagi ikan sidat dan membuat mereka stres.
Untuk menaikkan tingkat pH kolam air, akan dibutuhkan proses oksidasi yang bisa mengurangi kandungan oksigen pada air.
Kandungan oksigen kolam ikan sidat juga harus diperhatikan.
Kandungan oksigen terlarut yang tepat bagi pertumbuhan ikan sidat berada pada >5 mg/L.
Kandungan tersebut sesuai dengan kebutuhan oksigen di kolam ikan yang berada pada daerah tropis seperti Indonesia.
4. Pemilihan Bibit Ikan Sidat
Proses budidaya ikan sidat tersebut mungkin merupakan langkah yang tersulit.
Mencari bibit ikan sidat cukup sulit mengingat produsennya yang semakin berkurang.
Bibit ikan sidat yang terbaik yaitu bibit yang diperoleh langsung dari alam dan belum ada yang memijahnya.
Ukuran bibit sidat termasuk kecil dan kondisi tubuhnya transparan.
Dewasa ini, anda dapat menemukan bibit sidat melalui jual beli ikan online.
5. Pakan Ikan Sidat
Pakan sidat adalah faktor penting dalam ternak ikan sidat.
Pakan yang dipilih dapat berupa pakan alami atau pakan buatan.
Pakan alami yang dimaksud yaitu cacing sutra atau plankton, sementara pakan buatan dibuat dari pelet yang menyesuaikan dengan umur sidat.
Pakan sidat termasuk padat dan akan menyebar saat ditebar ke dalam kolam.
Hal tersebut berpotensi membuat kolam terlihat lebih keruh dari umumnya.
Maka dari itu, penting hukumnya untuk anda menambahkan suplemen organik cair GDM perikanan sebanyak 6 ml/m3 setiap 1 minggu sekali.
Suplemen tersebut akan memaksimalkan pertumbuhan plankton serta membuat air lebih jernih.
Suplemen lainnya yang dapat anda tambahkan ke dalam kolam yaitu SOC GDM.
Teteskan bersama 10 m/kg pakan.
Biasanya, pemberian pakan ikan sidat yaitu 2 hingga 5 % dari biomassa bobot sidat setiap harinya.
Pakan tersebut diberikan 2 kali sehari yakni ketika pagi hari (40%) dan malam hari (60%).
6. Proses Panen Ikan Sidat
Akhirnya, anda sampai pada tahap akhir budidaya ikan sidat.
Ikan sidat dapat dipanen saat ukurannya mencapai 180 hingga 230 gram per ekor.
Anda dapat melakukan panen ikan sidat dengan serentak atau secara bertahap, satu demi satu.
Jika anda memilih cara bertahap, anda dapat memanen ikat sidat dengan cara dipancing memakai pakan palet.
Hal tersebut lebih mudah daripada dengan masuk ke kolam dan mencoba menangkapnya menggunakan tangan kosong.
Sementara itu, untuk anda yang memilih panen serentak, sebelum dipanen, kolam perlu dikurangi airnya hingga badan ikan sidat terlihat.
Giring ikan pada bak penampungan laliu pisahkan berdasarkan ukuran untuk dijual nantinya.


