Budidaya Tanaman Tebu Dengan Hasil Panen Yang Memuaskan

Tebu termasuk dalam jenis tanaman yang banyak dijumpai pada daerah dengan iklm tropis, termasuk di Indonesia. Pada umumnya tebu digunakan sebagai bahan baku pembuatan gula putih. Tetapi ada jenis tebu yang diyakini sebagai obat.

Budidaya Tebu
Batang tebu memiliki tekstur yang keras dan rasa yang manis. Batang tebu digiling untuk diambil airnya sebagai bahan membuat gula putih atau dijajakan menjadi es sari tebu  yang banyak ditemukan di pinggir jalan. Jika Anda berminat untuk menanam tebu, Berikut adalah beberapa langkah untuk budidaya tebu. Mari simak artikel ini.

  • Menyiapkan Lahan

Pada area tanam yang tersedia, buatlah timbunan tanah dengan ketinggian antara 30 hingga 35 cm. Sedangkan lebarnya adalah 40 cm. Nantinya bibit tebu akan ditanam pada bagian bawah tanah. Tanaman tebu akan tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan seimbang atau panas. Tanaman tebu yang ditanam pada daerah yang kurang air, hasil panennya akan kurang optimal dimana ukuran tebu lebih kecil dan pendek. Tebu pada daerah curah hujan tinggi akan memiliki rasa yang kurang manis. Sehingga tebu harus ditanam di area yang seimbang. Usahakan tanah yang digunakan tidak memiliki tekstur yang keras. Apabila diperlukan, bajaklah terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memudahkan air terserap ke dalam tanah, sehingga nutrisi yang diperlukan oleh tanaman dapat dipenuhi dengan baik.

Baca Juga: Manfaat Mengonsumsi Ikan Bandeng Yang Baik Untuk Kesehatan Tubuh

  • Pemilihan Bibit Tebu

Pada area tanam yang tersedia, buatlah timbunan tanah dengan ketinggian antara 30 hingga 35 cm. Sedangkan lebarnya adalah 40 cm. Nantinya bibit tebu akan ditanam pada bagian bawah tanah. Tanaman tebu akan tumbuh baik pada daerah dengan curah hujan seimbang atau panas.

Tanaman tebu yang ditanam pada daerah yang kurang air, hasil panennya akan kurang optimal dimana ukuran tebu lebih kecil dan pendek. Tebu pada daerah curah hujan tinggi akan memiliki rasa yang kurang manis. Sehingga tebu harus ditanam di area yang seimbang. Usahakan tanah yang digunakan tidak memiliki tekstur yang keras. Apabila diperlukan, bajaklah terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk memudahkan air terserap ke dalam tanah, sehingga nutrisi yang diperlukan oleh tanaman dapat dipenuhi dengan baik.

  • Penanaman Tebu

Setelah bibit tebu sudah siap tanam, kita perlu menentukan waktu tanam. Dalam budidaya tebu, waktu tanam yang tepat adalah pada bulan Mei, Juni, dan Juli. Hal ini disebabkan karena umur tebu sekitar 12 bulan bertepatan dengan tahun berikutnya dimana pabrik gula sedang giling. Bibit yang sudah siap tanam harus diletakkan sesuai dengan jenisnya. Jika menanam bibit rayungan, maka harus diletakkan dengan posisi miring. Selain bibit rayungan, diletakkan dalam posisi mendatar dengan mata tunas di samping. Kemudian, bibit ditutup tanah agar tidak bergeser.

  • Perawatan Tebu

Perawatan tanaman tebu meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan, pemupukan, serta penanganan hama dan penyakit. Penyiraman sebaiknya dilakukan setelah proses pemupukan dan paling lama adalah 3 hari setelah pemupukan.

Sementara itu, penyulaman perlu dilakukan untuk mengganti pohon atau bibit tebu yang tidak tumbuh dengan baik. Proses ini dilakukan pada bibit bagal yang berumur 2—4 minggu dan bibit rayungan yang berumur 2 minggu.

Proses penyiangan dapat dilakukan dengan mencangkul dan memotong gulma yang mengganggu. Proses memupuk dilakukan dengan menggunakan pedoman pemupukan P3GI. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk ZA, SP36, dan KCL. Pemupukan diberikan secara bertahap dan menyesuaikan kebutuhan tanaman tebu juga lahan.

Sementara itu, hama yang paling sering menyerang tebu, terutama pada masa pembibitan adalah ulat penggerek. Untuk mencegahnya, perlu dipilih varietas tebu yang tahan hama. Selain itu, bisa juga menggunakan predator alam, yaitu Trichogama sp dan lalat jatiroto. Atau, dengan menyemprotkan Thiodan 35 EC.

Baca Juga: Tips Budidaya Ikan Gabus Agar Menghasilkan Albumin yang Berkualitas!

  • Pemanenan Tebu

Proses pemanenan biasanya dilakukan saat memasuki bulan kering yaitu sekitar bulan 4 sampai bulan 10. Untuk memanen tebu, kita dapat menggali dan mengeluarkan tanah di sekitar tanaman tebu dengan kedalaman sekitar 20 cm.

Jika kita ingin menanam kembali tebu, maka sisakan 3 ruas pada bagian batang tebu. Jika tidak, maka kita bisa mencabutnya sampai bagian akar. Saat memanen, buang bagian pucuk dari tanaman tebu dan ikat batang-batang tebu yang dipanen menjadi satu (biasanya sekitar 20-30 batang).

Selesai sudah artikel untuk hari ini yang membahas mengenai "Cara Budidaya Tanaman Tebu", semoga dapat bermanfaat, jangan lupa selalu kunjungi website ini untuk update berita terbaru ya. Sampai jumpa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama