Tanaman Pare, Si Pahit Yang Kaya Akan Manfaat

Pare adalah salah satu jenis buah labu-labuan yang sering menjadi pelengkap saat menghidangkan siomai. Rasa pare yang pahit membuat banyak orang mungkin tidak menyukainya. Namun pare juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa kandungan serta manfaat pare.

Tanaman Pare
Pare diketahui kaya akan serat dan mengandung makronutrisi, yaitu karbohidrat, protein, dan lemak. Selain itu, pare juga mengandung beragam vitamin dan mineral, seperti vitamin A, vitamin C, folat, dan zat besi. Tak hanya berbagai nutrisi di atas, pare juga kaya akan antioksidan, seperti flavonoid, fenol, dan isoflavon.

  • Mengendalikan Gula Darah

Pare mempunyai kandungan magnesium yang berfungsi memaksimalkan kerja hormon insulin. Dikutip dari World Journal of Diabetes, kondisi diabetes tipe 2 selalu dikaitkan dengan kekurangan magnesium pada tubuh. Magnesium yang anda dapatkan melalui pare bisa memaksimalkan insulin yang bertugas mengatur kadar gula darah. Jadi pare dapat anda olah menjadi pilihan makanan untuk membantu menurunkan gula darah. Selain itu, pare dapat mencegah menumpuknya glukosa pada darah dan memindahkannya ke hati, otot, serta jaringan lemak.

  • Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Pare mengandung senyawa antioksidan yang sangat banyak, diantaranya vitamin C. Antioksidan membentuk pertahanan terhadap benda asing yang merusak tubuh, misalnya radikal bebas yang dapat mengakibatkan sejumlah penyakit. Anda dapat memperoleh 58 mg vitamin C dalam 100 gram buah pare. Hal ini berarti, pare dapat memenuhi lebih dari setengah kebutuhan vitamin C harian orang dewasa, yaitu 90 miligram bagi pria dan 75 gram bagi wanita.

Baca Juga: Beginilah Cara Memelihara Kuda Laut di Aquarium!

  • Menjaga Kesehatan Mata

Pare mengandung senyawa flavonoid, seperti α-karoten, β-karoten, lutein, serta zeaxanthin yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mata anda. Kandungan lain pada pare bisa mencegah katarak dan glaukoma yang diakibatkan karena komplikasi diabetes. Berkat kandungan nutrisi tersebut, pare bisa meningkatkan fungsi penglihatan salah satunya masalah penglihatan di malam hari karena rabun senja dan memperlambat degenerasi makula.

  • Meredakan Asma 

Kandungan pare dapat mencegah penyakit pernapasan biasa, diantaranya batuk, flu, atau pilek. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, jus dari buah pare digunakan untuk mengobati kondisi pernapasan tertentu, misalnya batuk kering, bronkitis, serta asma selama ratusan tahun. Pare bersifat antihistamin, anti-inflamasi, serta antivirus yang menjadikan pare salah satu makanan tambahan yang tepat dalam menjaga kesehatan pernapasan.

  • Mengobati Masalah Kulit

Manfaat pare selanjutnya yaitu menjadi pengobatan alternatif untuk masalah kulit, baik yang diakibatkan oleh jamur ataupun bakteri. Senyawa antijamur dan antibakteri yang ada pada daun pare dapat membantu melawan infeksi kulit, salah satunya kurap dan kudis. Caranya cukup mudah, anda cukup mengekstrak daun pare lalu oleskan pada area kulit yang mengalami gangguan.

  • Membantu Mengobati HIV 

Sebuah penelitian yang diterbitkan Biomedical and Pharmacology Journal menunjukkan jika komposisi fitokimia pare, yaitu MAP30 yang berupa senyawa antivirus bisa menghambat aktivitas HIV atau human immunodeficiency virus. HIV dengan spesifik menyerang sel CD4 yang berperan untuk perlawanan infeksi.

  • Meningkatkan Kesehatan Tulang

Pare mengandung vitamin K, yaitu salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Manfaat vitamin K yaitu mengatur pembekuan darah normal dengan membantu pembentukan protrombin. Kekurangan protrombin bisa membuat tubuh anda mudah memar walau hanya mengalami cedera ringan.

Baca Juga: Inilah Manfaat dan Kandungan Gizi Ikan Lele

Berakhir sudah pembahasan materi untuk artikel kali ini. Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. See you later!

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama