Belut adalah binatang air yang berbeda dengan ikan yang dapat hidup di dalam lumpur dengan sedikit air. Belut mempunyai dua pernapasan yang dapat membuatnya bertahan dalam kondisi tersebut. Budidaya belut mulai banyak digemari masyarakat seiring dengan banyaknya permintaan dan ketersediaan belut dipasar. Budidaya belut tidak terlalu susah, tidak jauh beda dengan budidaya ikan pada umumnya. Yang harus diperhatikan saat budidaya belut adalah pemberian pakan dan kebersihan kolam. Ada banyak macam cara budidaya belut. Tujuan dari perbedaan media budidaya belut sebenarnya sama saja yaitu untuk mempercepat pembesaran dan proses pemanenan. Namun juga ada beberapa keunggulan dan kelemahan dari beberapa media budidaya belut tersebut.
![]() |
| Budidaya Belut |
Persiapan Kolam Terpal
Berbeda dengan kolam untuk budidaya ikan, pada budidaya belut kolam terpal, kamu membutuhkan tanah dan lumpur sebagai tempat hidup belut. Maka dari itu, kolam terpal mesti diberi penyangga yang kuat supaya tidak jebol. Selain itu, untuk diketahui, belut sering mengeluarkan lendir guna melindungi diri dan bertahan hidup. Jika lendir yang dikeluarkan berjumlah banyak dan menumpuk, maka berpotensi merusak kualitas air.
Oleh karenanya, kolam terpal harus dibuat mengerucut pada bagian bawahnya dengan lubang pembuangan di bagian tengah. Fungsinya untuk memudahkan pembuangan air ketika kamu hendak menggantinya. Buatlah kolam terpal dengan ukuran ideal, misalnya 4 meter x 5 meter x 1 meter. Kemudian, tinggi kolam terpal 80 sentimeter dengan media tanah sawah, cincangan jerami padi, dan potongan gedebog pisang.
Baca Juga: Langkah-langkah Budidaya Kepiting Rajungan Dengan Benar
Media Hidup Belut
Media pembuatan kolam terpal untuk budidaya belut hampir sama dengan ternak belut di media drum dan sejenisnya. Adapun media hidup belut mesti kamu perhatikan sebelum melakukan budidaya supaya hasilnya maksimal.
- Susunan pertama yakni gedebog pisang dengan ketebalan sekira 5 sentimeter
- Kemudian siapkan pula jerami setebal 5 sentimeter
- Tambahkan pupuk kompos
- Lapisan terakhir yaitu lumpur sawah sekitar 10 sentimeter
- Sertakan pula penyiraman mikroorganisme starter
- Setelah itu, rendam dengan air bersih setinggi 5 hingga 10 sentimeter di atas permukaan tanah atau bahan yang telah disiapkan sebelumnya
- Jika telah selesai, kamu hanya perlu menunggu 20 sampai 30 hari agar media ini matang atau terfermentasi.
- Perlu diingat, media ini harus benar-benar matang sebelum penebaran bibit guna melancarkan pertumbuhan belut.
Penebaran Bibit Belut
Untuk ukuran bibit atau benih belut, umumnya adalah sekitar 12-15 sentimeter dengan padat tebar yakni 25 ekor/m2 atau 1-1,5 kg/m2. Anda juga harus memperhatikan kondisi bibit sebelum menebarnya. Usahakan agar bibit atau benih belut dalam kondisi sehat dan mempunyai ukuran yang seragam supaya dapat dipanen dalam waktu bersamaan. Sama dengan ternak lele, dalam pelepasan bibit, lakukan secara perlahan dan sedikit demi sedikit agar bibit belut tidak stres. Biarkan belut-belut tersebut membuat lubangnya sendiri. Adapun waktu penebaran bibit yang paling ideal adalah sore atau pagi hari (sebelum jam 8 pagi) guna memberikan masa adaptasi terhadap lingkungan barunya.
Pemberian Pakan Belut
Memberi makan didasarkan pada makanan alami karena belut lebih menyukai makanan alami yang disukai oleh hewan karnivora. Beberapa makanan belut yang disukai adalah:
- Cacing tanah
- Keong sawah
- Bekicot
- Cacing Sutera
- Ikan-ikan kecil
- Plankton
Lakukan proses pemberian makanan yang cukup sampai umur belut cukup untuk panen. Makan harus dicocokkan dengan ukuran belut. Jika ada belut yang ukurannya tidak sama, pisahkan mereka menjadi kolam berukuran sama.
Baca Juga: 5 Cara Merawat Ikan Discus untuk Pemula, Jangan Dianggap Remeh!
Pemanenan Belut
Belut bisa dipanen kapan saja sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam 3 bulan, belut bisa dipanen dengan mempunyai ukuran yang tidak terlalu besar. Untuk meningkatkan belut ini, dibutuhkan sekitar 3-6 bulan.
Nah, berakhir sudah pembahasan materi untuk artikel kali ini. Jangan lupa share agar semua mendapat informasi yang bermanfaat ini ya. See you later!


